Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Cara Registrasi Aplikasi Dapodik 2013

Registrasi aplikasi dapodik 2013. Setelah lama absen menulis, kali ini saya akan share tentang dapodik 2013. Setelah para operator sekolah menyelesaikan pendataan verval NUPTK di PADAMU NEGERI, akhir September, kini mulai kesibukan baru yaitu pendataan DAPODIKDAS

Pendataan tahun 2013 ini menggunakan aplikasi baru, yaitu Dapodikdas V 2.0 (buid 0210130120) sehingga sedikit banyaknya para operator tentu harus mengenali dan mempelajari aplikasi baru ini, agar terhindar dari kesalahan kesalahan yang bisa menghambat proses pendataan itu sendiri.
Proses pendataan Dapodikdas dimulai dari instalasi aplikasi dan dilanjutkan dengan registrasi. Berdasrkan pengalaman saat registrasi ternyata tidak berjalan mulus. Untuk dapat memulai menjalankan aplikasi dapodikdas hal yang utama adalah Registrasi.Jika tahap registrasi gagal maka aplikasi belum dapat digunakan dan kuncinya adalah Kode Registrasi Sekolah.Oleh karena itu ada baiknya para operator perlu mengetahui dengan teliti langkah-langkahnya.

Berikut tatacara untuk registrasi pada aplikasi Dapodikdas
1. Download aplikasi dapodikdas terlebih dulu di   http://118.98.166.59/laman/unduh
2. Instal aplikasi Dapodikdas
2. Mintalah Kode Registrasi Sekolah ke Dinas Pendidikan Kabupaten
3. Download Database Prefill, anda sudah harus mendapatkan Kode Registrasi Sekolah karena diminta saat akan download. Database prefill dapat di download di  http://118.98.166.59/laman/unduh
4. Buatlah folder di hardisk C dengan nama Prefill_dapodik pada komputer/laptop anda
5. Copykan hasil download database prefill ke dalam folder yang anda buat di C tadi
6. Isilah semua Form Registrasi dengan benar dan klik tombol registrasi
7. Jika berhasil Anda sudah bisa mulai entry data

Masalah yang mungkin muncul adalah kode registrasi tidak ditemukan. Tetapi jika anda mengikuti cara-cara di atas mudah-mudahan tidak ada kendala saat registrasi karena cara tersebut saya lakukan saat registrasi sekolah dan berhasil. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tetang dapodikdas sebaiknya download Manual Aplikasi Dapodikdas di web pusat.
Demikian share registrasi aplikasi dapodikdas 2013, semoga bermanfaat dan selamat melaksanakan tugas.


 

Cara Membuat Email Khusus PNS

Cara membuat email khusus PNS. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi telah menindaklanjuti Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 - 2025 dengan salah satu program percepatan reformasi birokrasi di bidang tata laksana yaitu pengembangan sistem elektronik pemerintah (e-government). Proses penyelenggaraan manajemen pemerintahan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ini diharapkan akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas serta meningkatkan kinerja instansi pemerintah.
Pada saat ini seluruh instansi pemerintah telah memanfaaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai pendukung dalam tugas dan fungsinya. Namun demikian, masih banyak ditemukan pegawai/pejabat yang menggunakan email nonpemerintah sebagai alat komunikasi persuratan elektronik dalam kegiatan kedinasan, bahkan yang dimiliki oleh pihak asing. Hal ini dirasakan beresiko dan tidak aman dalam konteks kerahasiaan data dan informasi negara. Oleh karena itu, perlu diupayakan suatu langkah strategis dengan menyediakan email resmi pemerintah sebagai alat komunikasi persuratan elektronik kegiatan kedinasan yang diberikan bagi PNS di seluruh Indonesia. Tujuan penggunaan pnsmail adalah untuk mewujudkan birolrasi modern dengan komunikasi yang cepat, efektif, efesian dan aman di lingkungan instansi pemerintah
Berdasarkan pertimbangan itulah pemerintah melalui Menpan RB mengeluarkan Surat Edaran MENPAN-RB No. 06 Tahun 2013 tanggal 27 Mei 2013. Surat Edaran itu berisi tentang  keharusan semua PNS menggunakan PNSMail pada kegiatan persuratan elektronik dalam urusan kedinasan. Ketentuan ini mulai berlaku 1 Januari 2014. Jadi seluruh PNS wajib menggunakan Email resmi pemerintah yang khusus diperuntukkan bagi PNS sebagai alat komunikasi dalam urusan kedinasan, yang bernama PNS Mail. Ke depan penggunaan email gmail, yahoo dan lainnya untuk urusan kedinasan dilarang. Ini bertujuan untuk menekan potensi kebocoran dokumen kedinasan, demikian menurut pernyataan Menpan-RB Azwar Abubakar.

Keunggulan PNS Mail

Di antara fasilitas yang disiapkan adalah kapasitas penyimpanan mulai dari 1 GB dan bisa diperbanyak lagi sesuai dengan kebutuhan. Memiliki sistem portal email untuk menerima email eksternal (di luar domain pnsmail.go.id). Lalu memiliki proteksi virus, spam, dan sejenisnya. Menpan RB Azwar Abubakar mengatakan email khusus kedinasan ini juga dapat diakses melalui PDA, Tablet, dan Ponsel. Lebih lanjut Azwar menuturkan, PNS yang menggunakan email resmi ini harus membuat user name sesuai dengan nama asli. Misalnya ada PNS bernama Muhamad Amin, dianjurkan menggunakan email dengan user name: muhamad.amin@pnsmail.go.id. Azwar mengatakan sistem email kedinasan ini sudah di-setting tidak bisa melayani penggunaan nama yang aneh-aneh. Seorang PNS, kata dia, hanya bisa mendaftar satu user name. Diantara data yang dibutuhkan dalam registrasi adalah, nama lengkap, tempat instansi bekerja, alamat instansi, nomor HP, alamat email aktif yang sudah dimiliki dan tidak ketinggalan NIP (nomor induk pegawai). Informasi lebih lanjut tentang email kedinasan ini bisa ditanyakan langsung ke admin@pnsmail.go.id.

Cara Membuat Email PNS Mail

Untuk membuat email pns mail cukup mudah seperti ketika anda membuat email di gmail ataupun yahoo mail.
Pertama kunjungi situs resmi pnsmail, www.pnsmail.go.id
selanjutnya  klik tombol daftar di kanan atas

dan isilah form pendaftaran dengan teliti dan benar, dan setelah semua terisi dengan benar klik Tombol Daftar. Form yang perlu anda isi tampak seperti pada gambar berikut.

Simpan data-data yang sudah anda tuliskan pada form diatas. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, anda harus memiliki email yang masih aktif( yang anda isikan di form email). Setelah anda mendaftar Anda masih harus menunggu  akun anda diaktivasi. Ini akan memakan waktu beberapa hari karena pendafataran anda akan diteliti kebenarannya, pengalaman saya menunggu aktifasi satu minggu. Pemberitahuan aktifasi akun pnsmail akan dikirim melalui email  gmail/yahoo yang anda daftarkan. Anda akan menerima pemberitahuan dari admin pnsmail sbb: "Akun email anda sudah bisa digunakan.silahkan login dengan username dan password yang telah anda buat....."
Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, server  milik pemerintah yang sering mengalami down saat diakses beramai-ramai dari seluruh persada nusantara, maka alangkah baiknya jika anda sebagai PNS segera mendaftarkan diri lebih awal.
Ke depan penggunaan email dalam urusan kedinasan barangkali akan makin sering dan semakin penting, mengingat pemerintah dewasa ini mulai melakukan peningkatan efesiensi dalam pendataan, sebut saja EDS, Dapodik dan terakhir verval NUPTK dilingkungan Kemdikbud, semuanya dilakukan secara digital.


 
Guru Galau Sk Dirjen Tidak Keluar

Guru Galau Sk Dirjen Tidak Keluar

Guru galau SK Dirjen tidak keluar. Mulai tahun 2013 ini pemerintah menerapkan aturan baru dalam pendataan dilingkungan Pendidikan, termasuk pada pendataan Guru bersertifikasi. Pendataan dilakukan melalui Aplikasi Data Dapodik dan di kirim ke server pusat.Akurasi data yang dikirim dari sekolah akan mempengaruhi keputusan/kebijakan pemerintah terhadap sekolah masing-masing, seperti alokasi Bantuan dana BOS dan Tunjangan Sertifikasi bagi Guru
Pemberian tunjangan sertifikasi bagi guru didasarkan pada SK yang dikeluarkan Dirjen. Dan Dirjen mengeluarkan sk berdasarkan Data yang diinput dari sekolah melalui Aplikasi Data Dapodik. Setelah SK Dirjen keluar muncul masalah bagi para guru karena ternyata hanya 50% guru  yang datanya valid dan berhak menerima Tujangan Sertifikasi, periode Januari-Maret,yang lain tidak valid,  galau dan resah mulai menghinggapi bapak ibu guru yang datanya tidak valid.Kabarnya guru yang datanya tidak valid maka dinilai tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi dan tunjangan periode tersebut hangus. Tapi mudah-mudahan kabar itu tidak benar.
Masalah yang muncul kebanyakan adalah JJm yang sesuai mata pelajaran kurang dari 24, serta data lain yang tidak valid.
Jika dikaji lebih dalam, sebenarnya ada berbagai persoalan yang menyebabkan banyaknya guru tidak menerima SK tunjangan sertifikasi. Persoalan itu meliputi persebaran guru yang belum merata, sosialisasi pendataan yang kurang sempurna (tidak tuntas) serta persoalan teknis pemahaman pada aplikasi dapodik.
Persebaran guru yang belum merata di semua sekolah; di satu sekolah kelebihan guru mata pelajaran tertentu akibatnya guru kekurangan jam mengajar sesui ketentuan, sementara di sekolah lain mungkin kekurangan guru mata pelajaran tersebut.
Persoalan sosialisasi dari pihak dinas Dikbudpora tentang pendataan dapodik dirasakan juga kurang, sehingga hampir semua sekolah tidak menyadari akan resiko dari input data asal-asalan. Hal ini ditunjukkan setelah data diupload tidak ada lagi yang melakukan perbaikan data. Masalah juga muncul dari jabatan tambahan yang tidak diakui, misalnya jabatan wakil kepala sekolah dan jabatan tambahan lainnya, sehingga bagi bapak/ibu guru yang  memiliki jabatan tambahan tersebut jjm dinilai kurang dari 24 jam. Padahal mereka mengantongi SK dari Dinas Dikbudpora.
Bagi guru yang jjm kurang dari 24, diharuskan mencari jam tambahan di sekolah lain atau mengajukan pindah. Bagaimana dengan jabatan tambahan yang tidak diakui???
Kegalauan dan keresahan guru karena tidak akan mendapatkan tunjangan sertifikasi, tentu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena akan menganggu tugas guru. Apalagi dalam waktu dekat akan ada event paling penting yaitu Ujian Nasional, untuk itu diharapkan pihak Dinas Dikbudpora segera mengambil langkah terbaik untuk menyelesaikan masalah ini. Semoga bagi bapak ibu guru yang belum valid datanya bisa segera memperbaiki datanya, yang jjm kurang bisa segera mendapatkan tambahan jam, dan yang lebih penting lagi  tetap berhak menerima tunjangan sertifikasi, meski mungkin terlambat.

 
Rencana Pemberlakuan Kurikulum 2013

Rencana Pemberlakuan Kurikulum 2013

Rencana pemberlakuan kurikulum 2013. Pemerintah berencana menerapkan kurikulum 2013, sebagai kelanjutan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 ditujukan untuk menyempurnakan kurikulum yang sudah ada yaitu KTSP yang diterapkan sejak 2006.

Kurikulum 2013 yang rencanaya akan diterapkan tahun pelajaran 2013 dengan pertimbangan masih adanya kelemahan pada KTSP. Pada KTSP sekolah dan guru diberi kewenangan menyusun kurikulum sesuai dengan kondisi sekolah masing2, namun ternyata tidak semua guru memiliki kemampuan/tidak profesional menyusun kurikulum, akibatnya hampir di semua sekolah hanya adopsi alias kopi paste kurikulum yang dibuat oleh pusat, demikian ungkap Ibrahim Bafadal, Direktur Pembinaan SD Ditjen Dikdas Kemdikbud.

Pada kurikulum 2013 ada perubahan struktur kurikulum di tingkat SMP dan SD. Di SMP jumlah mata pelajaran dari 12 berkurang menjadi 10, sedangkan di SD jumlah pelajaran tinggal 6. Dua pelajaran yang dihilangkan di SMP adalah pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Pengembangan diri. Sedangkan di SD pelajaran IPA dan IPS tematik dalam pelajaran lain, yaitu dalam pelajaran Bahasa Indonesia dan PKn.

Meski dalam jumlah pelajaran berkurang, tetapi untuk jumlah jam pelajaran bertambah, seperti Pendidikan Agama dan PKn di SMP.Demikian pula secara keseluruhan jumlah jam pelajaran juga lebih banyak, untuk SD jumlah jampelajaran 26-36 jam sesuai tingkatan, sedangkan untuk SMP 38 jam pelajaran.

Sebagian anggota masyarkat menanggapi rencana pelaksanaan kurikulum 2013 ini dengan mengatakan "biasa ganti menteri ganti kurikulum". Nah bagaimana tanggapan Anda?

Mudah-mudahan niat pemerintah melaksanakan kerikulum 2013 ini benar-benar untuk meningkatkan kemajuan dunia pendidikan dan kemajuan bangsa, mengingat kemajuan suatu bangsa sangat tergantung dari kemajuan pendidikan. Apalagi pelaksanaan kurikulum 2013 ini kabarnya menelan biaya yang sangat besar yaitu Rp.170.891.439.000 ckckck. Namun sebaik apapun rencana penyempurnaan kurikulum dengan biaya yang amat besar, tidak akan maksimal di lapangan jika sosialisasi dan implementasinya di lapangan tidak tuntas.
Baca juga artikel ini Kurikulum Bisnis

 

Manfaat Kartu PNS Elektronik (KPE)

Manfaat Kartu Pegawai Elektronik-Pada tahun 2012 ini para pegawai negeri sipil akan menerima satu kartu identitas yang disebut Kartu Pegawai Elektronik (KPE) Sebenarnya proses pengadaan KPE ini sudah dimulai sejak awal 2008. Namun pelaksanaannya masing-masing daerah tidak sama, dan untuk Kabupaten Tebo dimulai pada minggu-minggu ini.Kabarnya dengan kartu ini maka para pegawai negeri sipil akan mendapatkan banyak manfaat.
Pembuatan Kartu Pegawai Elektronik merupakan terobosan untuk meningkatkan pelayanan kepegawaian agar lebih efektif dan efesien.Penggunaan kartu pegawai elektronik diharapkan akan dapat memangkas berbagai birokrasi yang dapat mengurangi beban PNS dalam pengurusan administrasi kepegawaian dan layanan yang akan diperoleh akan menjadi lebih transparan dan objektif. Kartu pegawai elektronik dibuat menggunakan teknologi smart card sehingga dapat menjamin otentikasi sidik jari dan dapat dijadikan kartu identitas resmi PNS. Proses pengambilan gambar dan sidik jari dalam pembuatan KPE ini hampir sama dengan pembuatan Kartu Penduduk Elektronik (e KTP), karenanya pemerintah daerah melalukan penjadualan dalam pembuatannya agar semua PNS dapat terlayani dengan baik, dan tidak mengganggu tugas pegawai yang bersangkutan.
Manfaat KPE Bagi PNS :
1. Mendapatkan kepastian fasilitas ASKES yang diperoleh;
2. Mendapat kepastian besarnya tunjangan hari tua yang akan diperoleh dari Taspen;
3. Dapat mengetahui profil dan updating data kepegawaian melalui KPE;
4. Dapat mengetahui fasilitas bantuan Taperum;
5. Mendapatkan kemudahan dalam pelayanan transaksi bank dan pembayaran gaji;
6. Meningkatkan kesejahteraan PNS melalui cash back penggunaan KPE dalam transaksi di merchant;
7. Dapat memanfaatkan anjungan KPE (e-Kios) yang tersedia di kantor PNS untuk berbagai macam transaksi yang pada gilirannya akan meningkatkan jam kerja produktif PNS;
8. KPE tidak membebani PNS, tetapi sebaliknya memberikan kemudahan.
Semoga dengan kepemilikan Kartu Pegawai Elektronik harapan akan makin transparan, objektif, efektif dan efesiennya pelayanan urusan kepegawaian akan benar-benar terujud dan dirasakan semua PNS dan PNS dapat termotivasi lebih meningkatkan kinerja sesuai dengan tuntutan profesinya masing-masing.Amin.


 
Kesibukan Baru Para Guru Profesional

Kesibukan Baru Para Guru Profesional

Kesibukan baru guru profesional Tugas dan peran guru sekarang ini menjadi semakin berat dan banyak. Di era semua guru harus bersertifikat profesi maka kesibukannya pun bertambah. Sesuai tuntutan guru profesional maka semua kegiatan dalam pembelajaran harus terncana, dan dikelola dengan baik. Sehingga pembelajaran dapat mencapai hasil yang diharapkan berupa mutu pendidikan yang berkualitas. Sebenarnya tugas guru memang tidak semata-mata mentransfer ilmu didepan kelas, melainkan kompleks dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi, tindak lanjut, bimbingan, juga menangani berbagai permasalahan kesiswaan yang makin kompleks.
Namun di balik kompleksnya tugas dan pekerjaan guru tersebut sejak bergulirnya program pemberian tunjangan profesi guru, guru mendapat tambahan kesibukan baru yang terkait erat dengan pencairan tunjangan sertifikasi tersebut. Tiap tiga bulan sekali para guru harus menyerahkan berkas2 dari berbagai SK sampai ke daftar gaji, ke kantor dinas pendidikan kabupaten. Dalam pikiran sederhana Bapak/Ibu guru akan selalu muncul pertanyaan untuk apa berkas2 itu dikumpulkan tiap tiga bulan, toh bahannya juga sama? Apa bukan kerja yang sia-sia saja, apakah efektif? Yang makin membuat para guru bertanya-tanya dan setengah jengkel adalah sejak adanya sertifikasi guru, sudah beberapa kali harus mengganti buku rekening bank, sebagai persyaratan pencairan tunjangan sertifikasi. Dari Kantor Pos, ganti rekening BRITAMA, ganti lagi rekening BPD dan sekarang harus ganti lagi ke Rekening BRI yang ini ga boleh Britama tapi Simpedes, jadi Britamanya tidak terpakai.Hal ini dirasakan oleh para guru sangat janggal dan seolah jadi bahan permainan. Belum lagi tunjangan sertifikasi yang sering datang terlambat, antar kabupaten tidak serempak, wah wah ....bapak ibu guru merasa dipermainkan.
Tugas guru yang seharusnya fokus mendidik para siswanya harus terbagi dengan kesibukan lain yang dianggap guru tidak perlu. Dibalik kesibukan-kesibukan tersebut terbetik informasi akan dikembalikannya status guru sebagai pegawai pemda menjadi pegawai pusat, dan ini merupakan angin segar bagi para guru. Harapan besar nasib para guru dapat menjadi lebih baik. Apapun kebijakan pemerintah, yang jelas para guru hendaknya tetap eksis menjalankan tugas-tugasnya sebagai guru profesional dan tetap menjunjung tinggi Kode Etik Guru. Karena di tangan gurulah harapan besar kemajuan bangsa diletakkan. Semoga kesejahteraan guru semakin membaik, tunjangan semakin lancar, dan profesi guru makin dihargai.



 

Meningkatkan Disiplin Siswa

Meningkatkan disiplin siswa  memang penting untuk dilakukan. Karena sekolah merupakan tempat bagi generasi calon pemimpin bangsa menimba ilmu pengetahuan dan berinteraksi dalam dunia keilmuan. Disadari atau tidak oleh siswa, sekolah menjadi salah satu tempat pendadaran bagi mereka untuk belajar tentang banyak hal agar kelak menjadi orang yang eksis dan sukses. Disiplin menjadi salah satu faktor yang dapat membantu seseorang meraih sukses, tidak terkecuali disiplin pada siswa.
Menurut Johar Permana, Nursisto (1986:14), Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dan serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban. Sedangkan menurut Wikipedia (1993:119) tujuan disiplin sekolah adalah untuk menciptakan keamanan dan lingkungan belajar yang nyaman terutama di kelas.
Di dalam kelas, jika seorang guru tidak mampu menerapkan disiplin dengan baik maka siswa mungkin menjadi kurang termotivasi dan memperoleh penekanan tertentu, dan suasana belajar menjadi kurang kondusif untuk mencapai prestasi belajar siswa. Sebutan orang yang memiliki disiplin biasanya tertuju kepada orang yang selalu hadir tepat waktu, taat terhadap aturan, berperilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku, dan sejenisnya. Sebaliknya, sebutan orang yang kurang disiplin biasanya ditujukan kepada orang yang kurang atau tidak dapat menaati peraturan dan ketentuan berlaku, baik yang bersumber dari masyarakat, pemerintah atau peraturan yang ditetapkan oleh suatu lembaga tertentu, misalnya sekolah. Maman Rachman (1999:83) mengemukakan bahwa tujuan disiplin sekolah adalah : (1) memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang, (2) mendorong siswa melakukan yang baik dan benar, (3) membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan menjauhi melakukan hal-hal yang dilarang oleh sekolah, dan (4) siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat baginya serta lingkungannya.
Membicarakan disiplin siswa, tidak terlepas dari persoalan prilaku negatif pada diri siswa, yang akhir-akhir ini semakin memprihatinkan. Berbagai tindak negatif dilakukan para pelajar di sekolah dari nyontek, bolos, memeras, sampai pelanggaran diluar sekolah seperti buat geng, berkelahi (tawuran) penyalahgunaan narkoba, sex bebas, mencuri sampai pada pelanggaran-pelanggaran  yang lebih membahayakan/merugikan diri sendiri dan orang lain.
Perilaku siswa terbentuk dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor lingkungan, keluarga dan sekolah. Tidak dapat dipungkiri bahwa sekolah merupakan salah satu faktor dominan dalam membentuk dan mempengaruhi perilaku siswa. Di sekolah seorang siswa berinteraksi dengan para guru yang mendidik dan mengajarnya. Sikap, teladan, perbuatan dan perkataan para guru yang dilihat dan didengar serta dianggap baik oleh siswa dapat meresap masuk begitu dalam ke dalam hati sanubarinya dan dampaknya kadang-kadang melebihi pengaruh dari orang tuanya di rumah. Sikap dan perilaku yang ditampilkan guru tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari upaya pendisiplinan siswa di sekolah. Semua bentuk ketidak disiplinan siswa di sekolah tentunya memerlukan upaya penanggulangan dan pencegahan.
Beberapa usaha yang dapat dilakukan sekolah adalah;
1. Guru hendaknya bisa menjadi contoh dalam berdisiplin, misalnya tepat waktu. Siswa tidak akan memiliki disiplin manakala melihat gurunya sendiri juga tidak disiplin. Guru harus menghindari kebiasaan masuk menggunakan jam karet, molor dan selalu terlambat masuk kelas.
2. Memberlakukan peraturan tata tertib yang jelas dan tegas, sehingga mudah untuk diikuti dan mampu  menciptakan suasana kondusif untuk belajar
3. Secara konsisten para guru terus mensosialisasikan kepada siswa tentang pentingnya disiplin dalam belajar untuk dapat mencapai hasil optimal,  melalui pembinaan dan yang  lebih penting lagi melalui keteladanan.

Mencontoh Pola Pendidikan Nabi Ibrahim a.s

Mencontoh Pola Pendidikan Nabi Ibrahim a.s

Hingga saat ini pendidikan masih sering mendapat sorotan dari berbagai pihak. Hal ini boleh jadi disebabkan kegamangan masyarakat melihat fenomena para pelajar yang justru sering muncul dalam berita2 kriminal, tindak kekerasan, keributan, tawuran sesamanya, narkoba bahkan sex bebas. Mengapa para pelajar seolah kehilangan jati diri sebagai orang terdidik, terpelajar yang seharusnya dapat memilih dan memilah dengan cerdas yang baik dan benar? Apa yang salah dalam pendidikan kita? gurukah, anak didikkah, kurikulum kah atau apa dan siapa?tidak bijak kiranya jika kita menuding satu pihak yang bersalah dan membenarkan pihak yang lain. Yang jelas kita tidak boleh menutup mata atas terjadinya dekadensi moral anak didik kita dewasa ini.
Terkait dengan makin merosotnya moral para pelajar, ada baiknya kita melihat dan belajar dari pola pendidikan Nabi Ibrahim a.s yang telah terbukti melahirkan generasi berpredikat nabi, yaitu Ismail a.s, bahkan kisah perjalanannya menjadi napak tilas pelaksanaan ibadah haji. Pola pendidikan yang dijalankan Nabi Ibrahim a.s dapat dijelaskan:
1. Visi Pendidikan : visi pendidikan Ibrahim adalah mencetak generasi saleh, yang hanya menyembah Allah SWT. Visi ini diterpakan dengan konsisten sehingga benar-benar menjadi pedoman jangka panjang yang mantap. Generasi yang saleh, taat menjalankan perintah Allah SWT akan mampu menjadi kuat, tangguh terhadap godaan duniawi yang cenderung menyesatkan.
2. Misi Pendidikan: mengantarkan anak-anaknya mengikuti ajaran Islam secara total (kaffah) Dengan menjalankan Islam secara total dimaksudkan untuk memproteksi diri dari kontaminasi budaya, sifat, dan prilaku buruk, serta dapat berlaku santun penuh cinta kasih pada sesama, karena Islam dalah rahmatan lil alamin.
3. Muatan Pendidikan: muatan pendidikan yang diajarkan Ibrahim sudah lengkap, terdiri dari tilawah untuk pencerdasan intelektual, tazkiyah untuk penguatan spiritual, taklim untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan hikmah sebagai panduan operasional dalam amal kebajikan.
4. Lingkungan Pendidikan; bersih dari virus aqidah dan akhlak. Agar anak berhasil dalam menempuh pendidikan memang selayaknya dijauhkan dari lingkungan yang buruk, karena lingkungan mempunyai andil besar dalam pembentukan sikap dan prilaku anak.
Menilik empat unsur dalam pola pendidikan Nabi Ibrahim bukan berarti kita sama sekali tidak mengerti atau tidak peduli, namun masalah pendidikan memang sangat komplek. Namun kompleksitas masalah pendidikan itu tidak boleh membuat kita tutup mata. Kemerosotan moral anak-anak menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat untuk menghentikannya.
Kiranya tidak salah bila usaha tersebut dimulai dari tiap keluarga, dengan menciptakan susana yang kondusif bagi berkembangnya nilai-nilai agama, kasih sayang, tanggung jawab, kerja keras dan disiplin pada seluruh anggota keluarga. Orang tua harus mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya.
Masyarakat hendaknya juga mengambil peran aktif, peduli terhadap kondisi pendidikan dengan ikut menciptakan dan menjaga  efektifitas norma-norma yang berlaku sehingga mampu menetralisir efek buruk yang berkembang dilingkungannya.
Para pendidik (guru) dalam menjalankan tugas hendaknya bukan sekedar transfer ilmu, tetapi benar-benar mampu menjadi orang yang bisa digugu dan ditiru oleh anak didiknya. Guru adalah teladan bagi siswanya. Untuk itu diperlukan guru profesional, yang bukan semata-mata mengajar, tetapi juga mendidik, membimbing dan memberi contoh bagi anak didiknya. Sekolah hendaknya bukan sekedar tempat untuk belajar secara verbal, tempat hafalan berbagai teori, tetapi yang lebih penting justru menjadi  tempat belajar memperdalam nilai-nilai luhur dan pembentukan kepribadian. Sekolah hendaknya mampu mendidik para siswa taat terhadap ajaran agamanya, memiliki kepribadian luhur, menjunjung tinggi nilai kasih sayang, disiplin dan tekun.


Pentingnya Keterampilan Berpikir Kreatif dan Kompleks

Berpikir Kreatif dan Kompleks-Secara umum berpikir dapat didefinisikan sebagai suatu proses kognitif, yaitu suatu kegiatan mental untuk memperoleh pengetahuan. Dalam proses berpikir terjadi kegiatan yang kompleks, reflektif dan kreatif (Preissen dalam Costa: 1985) Keterampilan merupakan suatu kemampuan melakukan sesuatu dengan baik. Kinerja keterampilan meliputi pengetahuan mengenai yang harus dilakukan, kapan dilakukan, dan bagaimana melakukannya. Pada kesempatan sebelumnya saya sudah sharing tentang kekuatan berpikir positif, maka kali ini tentang Ketrampilan berpikir kreatif dan kompleks.
Keterampilan berpikir adalah keterampilan-keterampilan yang relatif spesifik dalam memikirkan sesuatu yang diperlukan seseorang untuk memahami suatu informasi (gagasan, konsep, prinsip, teori, dsb), memecahkan masalah dan sebagainya. Pengetahuan dan keterampilan berpikir merupakan suatu kesatuan yang saling menunjang. Keterampilan berpikir dapat dikelompokkan menjadi keterampilan berpikir dasar dan keterampilan berpikir kompleks. Novak (1985) mengemukakan bahwa proses berpikir dasar merupakan gambaran dari proses berpikir rasional yang mengandung sekumpulan proses mental dari yang sederhana menuju yang kompleks (Liliasari, 1997).
Berpikir kompleks yaitu saat dimana seseorang dapat melihat suatu persoalan secara utuh, kemampuan dalam memaknai suatu persoalan secara menyeluruh,tidak hanya terfokus pada unsur sebab-akibat saja. Kemampuan berpikir kompleks ini kerap diistilahkan juga dengan berpikir kreatif. Mengapa berpikir kompleks perlu dibangun pada setiap individu? Karena akan terkait dengan kualitas hidup seseorang, dimana kita akan memiliki kemampuan untuk melihat hidup sebagai pendidikan yang berproses dan kita akan terus-menerus belajar untuk merangkai sesuatu. Apa yang dirangkai? Tentu saja berbagai informasi tentang diri kita, tentang lingkungan, tantang budaya dan informasi lainnya yang dapat memperkaya pengetahuan, ketrampilan, kemampuan yang dapat meningkatkan kualitas hidup.
Pengertian kreativitas dapat dijelaskan melalui berbagai dimensi antara lain dimensi pribadi (person), dimensi proses, dimensi produk, dan dimensi pendorong (press). Berdasarkan dimensi pribadi, kreativitas merupakan sesuatu yang unik dari kepribadian seseorang; hasil dari interaksi antara intelegensi, gaya kognitif dan kepribadian/motivasi, sedangkan dari dimensi proses, proses kreatif (ilmiah) meliputi merasakan adanya masalah, membuat dugaan, menguji dugaan, dan menyampaikan hasilnya. Berdasarkan dimensi produk, kreativitas adalah suatu ciptaan yang baru (original) dan bermakna, yang relatif berbeda dengan yang telah ada sebelumnya, baik berupa gagasan gagasan maupun karya nyata. Pengertian kreativitas dari segi pendorong (press) menjelaskna bahwa kreativitas adalah hasil dari interaksi antara dorongan internal maupun dorongan eksternal (lingkungan). Ini berarti bahwa kemampuan kreatif dapat ditingkatkan melalui pendidikan.
Berpikir kreatif menurut Lawson (1980) dimaknai sebagi suatu proses kreatif, yaitu merasakan adanya kesulitan, masalah, kesenjangan informasi, adanya unsur yang hilang, dan ketidak harmonisan, mendefinisikan masalah secara jelas, membuat dugaan-dugaan atau merumuskan hipotesis tentang kekurangan-kekurangan, menguji dugaan-dugaan tersebut dan kemungkinan perbaikannya, pengujian kembali atau bahkan mendefinisikan ulang masalah, dan akhirnya mengkomunikasikan hasilnya.
Berpikir kreatif menurut Perkins (1985) adalah kemampuan untuk membentuk kombinasi gagasan baru, untuk memenuhi suatu keperluan atau untuk memperoleh suatu hasil (produk) yang asli dan sesuai dengan kriteria pokok pertanyaan. Menurut Liliasari (1999), keterampilan berpikir kreatif adalah kemampuan untuk mengembangkan atau menemukan ide atau hasil yang asli, estetis dan konstruktif, yang berhubungan dengan pandangan dan konsep serta menekankan pada aspek berpikir intuitif dan rasional; khususnya dalam menggunakan informasi dan bahan untuk memunculkan atau menjelaskannya dengan perspektif asli pemikir.
Tyler (Karlinah: 1999) berpendapat bahwa pengalaman atau pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh keterampilan-keterampilan dalam pemecahan masalah akan mewujudkan pengembangan kemampuan berpikir. Oleh karena itu mengajar untuk berpikir berarti memberikan kesempatan kepada siswa untuk untuk melatih penggunaan konsep-konsep dasar untuk berpikir. Pengalaman ini diperlukan agar siswa memiliki struktur konsep yang dapat berguna dalam menganalisis dan mengevaluasi suatu permasalahan. Keterampilan berpikir selalu berkembang dan dapat dipelajari (Nickerson dalam Liliasari: 1999).
Menurut Susianna (2003), perkembangan optimal dari kemampuan berpikir kreatif peserta didik dalam lingkungan pembelajaran berhubungan erat dengan cara guru mengajar. Pola pengajaran dan interaksi yang lebih memberi kepercayaan, penghargaan dan dorongan terhadap kemampuan peserta didik untuk mencari pemecahan masalah dari setiap kasus pengajaran yang dihadapi akan lebih membangkitkan keberanian untuk mencoba, mengemukakan dan mengkaji gagasan atau cara-cara baru yang merupakan benih terciptanya kemampuan kreativitas. Dalam hal ini peran utama pendidik antara lain adalah mengembangkan sikap dan kemampuan peserta didik yang dapat membantu untuk menghadapi persoalan-persoalan dimasa yang akan datang secara kreatif dan inovatif.
Berikut ini mungkin bisa menjadi insight bagaimana agar kita dapat mendidik anak-anak kita berpikirkreatif dan kompleks ;
1. Seorang pendidik harusnya memiliki semangat mencari ilmu yang, mengkondisikan dirinya sebagai pembelajar, dan menjadikan kehidupan sebagai sarana belajar
2. Memiliki konsep atau pemahaman bahwa tugas sebagai pendidik adalah membantu, memfasilitasi anak agar mereka dapat mengaktualisasikan dirinya sendiri.
3. Mampu melaksanakan pendidikan yang menjadikan anak mencintai Tuhan.
4. Memantau perkembangan aktivitas anak, sehingga dapat memberikan bimbingan dan pembinaan.
5. Peka melihat kebutuhan individual masing-masing anak, dan tidak menyamakan perlakuan kepada semua anak.
6. Mampu melihat kelebihan setiap anak dan fokus untuk terus menfasikitasi kemajuannya.
7. Tidak memperlakukan anak sebagai objek yang harus selalu mengikuti apa maunya guru
8. Tidak menempatkan diri kita sebagai sosok yang siap memberikan penilaian, tetapi lebih pada kesiapan untuk membantu kesulitan yang dihadapinya.
Semoga informasi ini dapat menggugah dan memotivas diri untuk lebih kreatif dalam berfikir, bersikap dan bertindak.

sumber: semipalar.net